Kebanyakan manusia berkata bahwa hidup adalah pilihan. Namun saya tidak berpendapat seperti itu, perjuangan dan lika-liku hidup saya, yang sesungguhnya dramatis seperti sebuah sandiwara radio ataupun judul lagu. Tak pernah, ada waktu untuk saya memilih. Karena saya pernah lakukan itu , dengan kekuatan hati dan saya wujudkan dengan gerakan-gerakan tangan dan kaki saya, namun pilihan saya tak diijinkan oleh Tuhan. Di situ akhirnya saya berani berkata jika "manusia ibarat pasir diatas kertas, yang di bawahnya ada sebuah magnit. Magnit itupun sesuka hati, menggerakkan pasir-pasir di atas kertas. mau tidak mau, pasir pun bergerak sesuai arah magnit, dan Magnit itu adalah Tuhan kita".
Lalu siapa yang berani dengan Tuhan kita, yang sesungguhnya otak dan fikiran kitapun dalam kuasaNya.
Tuhan Maha Besar .. percaya atau tidak .. Dia selalu ada untuk kita.
thnk u all,
salam .. wiwiek dian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar